La Yustina's page

it's only words

Tuesday, May 09, 2006

Perasaan yang Berbeda
Part2
Aku merinding melihat apa yang baru saja kulihat tadi. Chi? Mengapa kamu harus menulis hal yang mengerikan seperti itu? Memangnya kehidupanmu begitu suram?Apakah karena tak ada yang menyayangimu? Nia mau kok sayang sama kamu...Itulah yang terus terngiang di hatiku. Jiwaku tak tenang. Malam itu aku tak tidur, memikirkan Chi, sahabat emailku yang merasa dia sangat tak berarti hingga mengkhayalkan darahnya mengalir ke mana-mana.
Dia menyebut dirinya Chi, seorang gadis yang selalu menyimpan kesedihannya dan membuangnya di cyberspace. Kebetulan aku adalah 'penggemar'-nya.Lalu karena aku penasaran padanya, aku berkenalan dengan Chitose-nama samarannya di dunia maya.
Memang sih. pertamanya aku sangat mengagumi puisi-puisi kelamnya. Akan tetapi akhir-akhir ini aku jadi bergidik dan juga takut pada apa yang akan dikatakan Chi.
Apa sih yang membuatnya begitu?Padahal ia sangat berbakat. Puisi-puisinya bagus, dia juga memilki jiwa seniman yang kuat. Aku bisa melihatnya dari tulisan-tulisan yang ia kirim di blognya, juga ke e-mailku.
***
Paginya, dengan perasaan khawatir, aku berangkat sekolah. Banyak PR menantiku. Pak Sujiwo memberikan banyak PR akuntansi kemarin dan aku tak sempat mengerjakannya satupun. Pikiranku dipenuhi gambar-gambar darah Chi yang mengalir kemana-mana. Pasti hari ini aku dihukum lagi. Biasa, akuntansi adalah pelajaran pertama, jadi aku tak punya waktu untuk mencontek pekerjaan temanku. Si Sabrina, anak terajin di kelasku pasti sudah mengerjakan semua PR menyebalkan itu. Aah.. biarpun malas begini, aku tak pernah merasa ingin mati atau sedih. Seandainya saja aku bisa membagi perasaan bebasku ini pada Chi.
Bel berbunyi tiga kali. Aku bersiap menerima hukuman. Pak Sujiwo memang keras, hukumannya lumayan memalukan. Aku pasti disuruh meminta tanda tangan seluruh kelas dan juga orang tuaku, ditambah lagi menulis "saya tidak akan melupakan semua tugas saya" 100 kali. Nasib-nasib, padahal aku sudah berbaik hati mau memikirkan nasib Chi. Yah memang pak Sujiwo mana mau percaya..

0 Comments:

Post a Comment

<< Home